Senin, 26 Desember 2016

Natal di Hatiku

Natal tahun ini agak beda, tapi bedanya hanya di dekorasi natal. Kalau jalan2 ke beberapa mall dan toko di Makassar yang biasanya sudah ramai kerlap kerlip lampu, pohon natal, santa clauss, dan lagu natal yang menggema, tahun ini dekorasi terbilang minim cenderung redup, dan jarang terdengar lagu natal.
Di rumah anak Yuri juga nihil dekorasi natal, tidak ada lampu2 apalagi pohon natal.
Sebenarnya tidak apa-apa tanpa dekorasi natal, semua ornamen itu hanya aksesoris belaka. Ada atau tidaknya aksesoris itu tidak mempengaruhi kegembiraan hati untuk mengingat kelahiran Kristus dan kemudian merayakannya.
Kalau ingat dulu waktu kecil, kami juga tidak punya pohon natal. Di jaman itu yang punya pohon natal pastilah hanya keluarga yang mampu, dan sy selalu memaksa mama papa membelikan pohon natal meski yg kecil saja. Sampai hal itu bisa terwujud saat sy beranjak remaja mungkin disertai dgn orang tua yang berpikir keras bagaimana mengatur keuangan sambil tetap bisa menyenangkan anak nakalnya ini 😄😄
Tapi saya mengingat tahun2 sebelum ada pohon natal di rumah, kami tidak pernah merasa susah. Setiap natal tetap yang terasa sukacita, kegembiraan, serta hati yang memuji Tuhan. Perasaan itu datangnya dari mana? Dari orang tua yang setia mengajarkan kesederhanaan dan rasa syukur meski banyak yang diinginkan tidak bisa terpenuhi dan meski keadaan ekonomi tidak seberuntung yg punya pohon natal 😊😊
Natal sejatinya memang adalah sukacita meski dalam kesederhanaan bahkan miskin papa. Sy tdk dapat membayangkan bagaimana bayi Yesus yg adalah RAJA itu mau lahir di KANDANG, tidur di PALUNGAN, dibungkus kain LAMPIN, masih adakah yg lebih hina dan miskin daripada itu?
Anak sy yg waktu lahir dibedong pakai selimut tebal pula untuk menjaga tubuhnya hangat sy masih ragu apakah betul tubuhnya sdh hangat, nah bayi Yesus 😭😭
Tapi demi cinta kasihNya pada manusia Yesus rela 🤗😇😘
Lanjut berita natal pertama justru hadir pada gembala - kaum marginal, yang terpinggirkan dan tidak dipedulikan.
Peristiwa ini memperlihatkan kita betapa Tuhan sungguh berpihak pada orang yang lemah dan memperhatikan orang yang miskin dan tidak berdaya. Sukacita hadir bukan karena pakai baju bagus, makan minum yang enak, dekorasi lengkap pohon natal, kerlap kerlip lampu, hadiah santa clauss, tapi pada hati yang gembira mendengar dan kemudian tidak menunda untuk segera menjumpai JURUSELAMAT 😍😇
Selamat menyambut Natal teman, sahabat, saudaraku, seluruh handai taulan yang merayakannya.
Tuhan Yesus memberkati..

Maple, Dec 24th 2016

Senin, 05 Desember 2016

Mulai lagi

Blog yang pernah saya buat di tahun 2012 widiasnita.blogspot.com diganti dengan widi-asnita.blogspot.com. Blog yang lama terlalu lama saya tinggalkan, saya sudah tidak bisa lagi mengaksesnya.

Untuk ke depan, semoga ini makin serius digarap. Salam :)

22 Desember 2016